Indonesian Culture

jangan lupa pada budaya bangsa Sendiri... Cintailah Budaya Indonesia!

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2015

Narkolepsi : Tidur tiba-tiba, Tiba-tiba tidur


Halo Teman… Kalian pasti pernah merasakan apa itu tidur kan?.  Tidur merupakan kebiasaan kita sejak kita lahir.  Saat kita capek berutinitas seharian pasti yang ada dibenak kita adalah untuk segera pulang kerumah dan tidur.  Tetapi taukah kalian ada sebagian kelompok orang yang kesulitan untuk tidur.  Biasanya mereka ini terkena Insomnia.  Lalu ada tidur yang tidak diharapkan,loh kok bisa?? Karena penyakit ini menyebabkan kita tidur secara tiba-tiba.  Dan repotnya tuh penyakit ini bisa kambuh DIMANAPUN,dan KAPANPUN!! Nah lo… Bingung gak tuh…. Contohnya gini

kalo tidur tiba-tibanya pas gini enak
tapi kalo seperti ini?



Bahaya banget :3



habis bangun sakit lehernya gak seberapa tapi.... Malunya itu lo...


Repotnya bukan main bukan?. 
Penyakit tidur secara tiba-tiba disebut Narkolepsi
Narkolepsi terjadi di seluruh dunia yang melanda berbagai ras dan kelompok etnis. Narkolepsi adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan otak mengatur siklus tidur secara normal. Orang-orang yang menderita narkolepsi seringkali mengalami tidur dengan mode nokturnal (atau terjaga di malam hari, dan tidur di siang hari) dan pola tidur harian yang tidak normal. Hal ini membuat narkolepsi sering tertukar dengan insomnia..
Penyakit ini terjadi karena adanya pola yang rutin pada tidur di fase Rapid Eye Movement (REM). Kondisi ini merusak secara signifikan siklus tidur-jaga normal penderitanya. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui. Saat ini, banyak riset menyimpulkan bahwa faktor genetika dan lingkungan merupakan penyebab narkolepsi melalui pengaruh terhadap sistem imunitas.
Gejala Narkolepsi
Apa saja gejala dari narkolepsi? Berikut gejala dari narkolepsi yang dikutip dari narcolepsy network:
1.      Exessive Daytime Sleepiness (EDS), atau rasa kantuk berlebihan saat terjaga. Terasa seperti letih dan lesu sepanjang hari.
2.      Kualitas tidur yang buruk karena pola tidur yang terganggu.
3.      Mengalami micro naps (atau tertidur selama beberapa detik) dan serangan kantuk yang luar biasa.
4.      Fase tidur REM yang tidak normal, hanya bisa terdeteksi dari uji laboratorium.
5.      Gangguan REM saat terjaga di siang hari.
6.      Cataplexy, atau kejadian dimana anda kehilangan kendali otot secara refleks.
7.      Halusinasi Hynogogic, atau kejadian dimana seseorang juga merasakan halusinasi visual dan audio yang benar-benar seperti nyata saat tidur atau terjaga.
8.      Sleep paralysis, atau merasakan kelumpuhan saat tidur.

Narkolepsi dapat diketahui melalui berbagai uji medis. Seringkali, penyakit ini baru terdeteksi setelah muncul beberapa tahun di tubuh penderitanya. Penyakit ini dapat merusak pola hidup, mengganggu performa kerja, dan membuat anda merasa letih sepanjang hari. Penyakit ini bukanlah masalah mental atau psikologi, melainkan sebuah mutasi genetik yang berasal dari berbagai pemicu dari lingkungan seperti pola hidup, kebiasaan tidur, kebiasaan meminum kopi, dan bahkan virus.

Sumber : penyakit narkolepsi

Jumat, 20 Februari 2015

Kanker Tulang

Ada yang tau Kanker Tulang?  penyakit ini kini mulai mengintai anak-anak dan remaja lho...
Kanker tulang dapat menyerang tulang manapun di dalam tubuh, namun pada umumnya menyerang tulang panjang pada lengan dan tungkai.  
Kanker tulang menempati prevalensi terbanyak ketiga di Indonesia (0.9 per 100.000) setelah kanker darah (2,8 per 100.000) kemudian kanker mata (2,4 per 100.000). 
Dimana setiap tanggal 11 April 2013 diperingati sebagai Hari Kanker Tulang di Indonesia.
Terdapat beberapa tipe kanker tulang yang dibagi berdasarkan tipe sel dimana kanker tersebut pertama kali menyerang. 
Tipe-tipe yang paling umum terjadi diantaranya:
Osteosarkoma. Berasal dari sel-sel tulang dan umumnya menyerang anak-anak dan remaja.
Kondrosarkoma. Berasal dari sel-sel kartilago yang umumnya ditemukan pada ujung tulang. Biasanya menyerang orang dewasa.
Ewing's sarkoma. Hingga saat ini belum ditemukan secara pasti darimana sel-sel penyebab Ewing's sarkoma berasal. Namun diduga berasal dari jaringan saraf yang berada diantara tulang. Umumnya menyerang anak-anak dan remaja.
Penyebab kanker tulang hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, pada kanker tulang terdapat suatu gangguan pada DNA sel. Gangguan fungsi tersebut memerintahkan sel untuk tumbuh dan membelah secara tidak beraturan. Sel-sel ini terus hidup, bermutasi dan membentuk suatu massa (tumor) yang dapat menginvasi struktur di sekitarnya ataupun menyebar ke area tubuh lainnya.
Terdapat beberapa faktor resiko  yang dapat meningkatkan prevalensi terjadinya kanker tulang, diantaranya:
  • Faktor genetik
  • Paget's disease. Merupakan suatu kondisi pre-kanker yang dapat menyerang orang dewasa.
  • Terapi radiasi untuk kanker. Paparan tinggi radiasi yang diberikan pada penderita kanker dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker tulang di kemudian hari.
Gejala - gejala kanker tulang diantaranya:
  • Nyeri tulang
  • Bengkak dan nyeri pada tulang
  • Tulang patah
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Dewasa ini, seiring dengan perkembangan zaman, seringkali kita juga terseret pada gaya hidup yang kurang sehat dan berujung pada berbagai macam penyakit, salah satunya menenggarai pencetus kanker. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk tetap bergaya hidup sehat dan rutin melakukan tes dan skrining kesehatan secara berkala, Ingat penyakit tidak pernah pandang bulu.